SMARTBOARD: Suasana kelas menjadi lebih hidup bagi gen-z
Di suatu sekolah yang berada di tengah-tengah perumahan warga, itu bernama SMAS Budi Mulia. Terdapat seorang siswa bernama Maxwel, dia adalah seorang siswa yang memiliki kecerdasan lebih dari siswa yang lainnya, ia tidak merasa bangga dengan apa yang dia punya saat ini, dia adalah tipikal orang yang selalu merasa haus dengan ilmu ataupun suatu hal yang dia belum ketahui apalagi sesuatu itu bisa membuat dirinya penasaran. Dia mempunyai teman bernama Kevin yang bisa melengkapi kekurangannya, juga Maxwel biasanya selalu cerita tentang keluhannya selama ia belajar di sekolah.
Waktu itu Maxwel berangkat ke sekolah, tak sengaja ia bertemu dengan temannya Kevin
“eh, Kevin kamu jalan kaki,?” tanya Maxwel, sembari menaiki motornya yang sudah tua.
“iya nih, hehe,” tawanya sambil menepuk pundak Maxwel. “aku boleh bareng kamu ga ke sekolah?” senyumnya yang penuh harapan.
“ya, boleh lah Kevin, kaya sama siapa aja sih” jawab Maxwel.
Mereka pun berangkat dengan harapan mereka tidak terlambat untuk masuk ke kelas.
Setibanya di depan gerbang sekolah mereka melihat sesuatu yang ada di depan mereka, benda itu tampak terlihat seperti papan tulis biasa, dan saat itu petugas yang ada di sana sedang membawa alat itu untuk dibawa ke kelas-kelas yang ada, mereka pun tak bisa menahan rasa penasaran mereka, mereka mengikuti kemana perginya petugas itu lalu memanggil petugas itu untuk menanyakan benda aneh itu.
“Pak, ngomong-ngomong yang bapak pegang itu apa ya?” tanyanya Maxwel yang penuh penasaran, Kevin yang sedari tadi terpikirkan untuk membawa benda itu ke kelas pun mencegatnya, “eh, stop-stop pak, biar saya saja yang bawa benda itu,”. Bapak itu menolak lalu mengacuhkan mereka berdua di lorong kelas yang sudah sepi.
Ketika sudah selesai dengan urusan mereka, mereka pun kembali ke kelas masing-masing, Maxwel yang sampai ke kelasnya pun melihat banyak teman sekelasnya yang memasang wajah keheranan dengan benda tepat berada di depan mereka, mereka sama bertanya di dalam hatinya. Apa ini?.
Lalu bapak guru bernama bapak Budi datang dan membuat hening suasana seketika, para murid antusias untuk menanyakan hal itu, “Pak, itu apa pak, kok bentuknya sama kaya papan tulis?,” tanya para murid yang penuh heran dan semangat. Lalu pak Budi pun menjelaskan “ jadi anak-anak ini adalah IFP Smartboard yaitu papan tulis digital interaktif yang bakal sekolah gunakan untuk mendukung proses pembelajaran modern dengan tampilan sentuh, multimedia, dan koneksi internet, serta memiliki kelebihan seperti membuat pembelajaran kita lebih menarik, interaktif, mudah dipahami, dan meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar.
Setelah mendengar penjelasan dari bapak Budi, Maxwel merasa ingin mencobanya langsung, ia mengajak teman-temannya untuk membantunya agar membujuk bapak Budi menggunakan IFP seketika itu juga, tetapi bapak Budi menolak permintaan para murid karena saat ini bukanlah jam pelajarannya dan ia hanya dititipkan pesan oleh kepala sekolah untuk menjelaskan mengenai alat IFP tersebut.
Keesokan harinya, Maxwel dengan mengenakan seragam putih abunya berangkat lebih awal dari biasanya, ia diberikan arahan oleh guru wali kelasnya agar mengaktifkan IFP terlebih dahulu sebelum jam pembelajaran dimulai, ia sangat semangat ketika diperintahkan seperti itu, karena ia bisa menghilangkan rasa penasarannya tentang IFP.
Bel pun berbunyi lalu ada pengumuman untuk semua murid agar berkumpul di lapangan sekolah karena ada sosialisasi terkait IFP, Maxwel beserta para murid yang lainnya yang mendengarnya langsung berkumpul di tengah lapangan, di tempat itu kepala sekolah memberikan informasi terkait IFP, ia memberikan penjelasan bagaimana IFP ini bekerja dan beliau juga menjelaskan bahwa ini adalah program digitalisasi yang dioperasikan oleh pendidikan pemerintah Indonesia.
Tidak hanya itu, banyak manfaat yang akan dirasakan oleh para murid dan guru. Dengan adanya IFP ini, guru-guru dapat menjelaskan materi menggunakan gambar, video, dan animasi sehingga siswa menjadi lebih aktif, semangat, dan fokus saat belajar di kelas. Proses pembelajaran juga menjadi lebih menarik dan tidak membosankan karena siswa dapat melihat langsung contoh-contoh yang ditampilkan melalui media IFP.
Selain itu, pembelajaran juga bisa diselingi dengan aktivitas lain tetapi tetap menggunakan media IFP ini. Misalnya, siswa dapat belajar sambil bermain game edukasi yang berhubungan dengan materi pelajaran. Dengan cara seperti itu, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga ikut berpartisipasi secara langsung sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Ketika siswa merasa senang saat belajar, mereka akan lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh guru.
Ketika kegiatan sosialisasi hampir berakhir, kepala sekolah memberikan kesempatan kepada para siswa dan siswi untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang masih belum mereka pahami atau yang masih membuat mereka bingung. Suasana lapangan yang sebelumnya tenang mulai terasa lebih hidup karena beberapa siswa tampak antusias mengangkat tangan untuk bertanya. Kepala sekolah dengan sabar mendengarkan setiap pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara penggunaan IFP Smartboard, manfaatnya dalam proses pembelajaran, hingga bagaimana teknologi tersebut akan diterapkan di kelas sehari-hari.
Beliau kemudian menjelaskan bahwa penggunaan IFP bukan hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bertujuan untuk membantu siswa belajar dengan lebih mudah, interaktif, dan menyenangkan. Para guru nantinya dapat menampilkan video pembelajaran, animasi, gambar, hingga materi presentasi secara langsung di layar digital sehingga siswa dapat memahami pelajaran dengan lebih jelas. Selain itu, siswa juga dapat berpartisipasi langsung melalui fitur layar sentuh yang membuat proses belajar terasa lebih aktif dan tidak membosankan.
Maxwel merasa sangat senang karena akhirnya semua hal yang selama ini ia keluhkan tentang pembelajaran yang terkadang terasa bosan perlahan mulai berubah. Ia membayangkan suasana kelas yang sebelumnya hanya dipenuhi tulisan di papan tulis biasa kini menjadi lebih hidup dengan adanya IFP Smartboard.
