CERITA PENDIDIKAN M.ARRAFI AL GHIFARI TENTANG MAKAN BERGIZI GRATIS
Pada waktu itu saya lupa membawa uang jajan saat ke sekolah, lalu melihat teman-teman membeli makanan di kantin, sedangkan saya hanya duduk diam di kelas sambil memainkan pena agar rasa lapar sedikit teralihkan? Apakah kalian pernah berada di posisi itu. Saat itu saya hanya berharap waktu cepat pulang karena perut yang keroncongan membuat pelajaran sulit untuk dipahami.
Dan juga saya pernah ingin membeli telur gulung di kantin, tetapi isinya lebih banyak minyak daripada telurnya. Dan pastinya bukan hanya saya yang merasakan hal ini,tapi teman teman saya juga merasakannya,dan yang pasti bukan hanya telur gulung saja kan.Hal seperti itu membuat saya berpikir dua kali untuk membeli karena jika terlalu sering dikonsumsi dapat menimbulkan penyakit,seperti diabetes atau penyakit lainnya. Memang makanan seperti itu terasa mengenyangkan, tetapi dampaknya mungkin baru akan dirasakan ketika dewasa nanti. Bahkan, tidak menutup kemungkinan penyakit datang sejak usia muda akibat pola makan yang tidak sehat.
Lalu, bagaimana Indonesia bisa menciptakan generasi hebat di masa depan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas jika anak-anaknya masih terbiasa mengonsumsi makanan yang kurang sehat?. Sampailah pada suatu hari ketika saya dan teman-teman melihat sebuah mobil berwarna putih masuk ke halaman sekolah kami. Awalnya, kami mengira itu hanyalah mobil pengantar paket biasa. Namun, kami melihat para karyawan dari mobil tersebut membawa banyak ompreng makanan dari dalam box mobil. Hal itu membuat saya dan teman-teman terkejut sekaligus penasaran.
Awal perubahan
Tiba-tiba ada beberapa siswa berlari ke kelas sambil berteriak, “MBG sudah datang! MBG sudah datang!” Mendengar hal itu, semua siswa langsung keluar kelas dengan penuh semangat. Suasana sekolah yang biasanya tenang berubah menjadi ramai dan penuh kebahagiaan.
Kemudian kepala sekolah mengumumkan agar semua siswa tetap tenang dan tertib. Beliau juga meminta setiap pengurus kelas mendata siswa yang hadir maupun yang tidak masuk sekolah pada hari itu. Setelah semuanya selesai didata, akhirnya kami menerima makanan MBG dan makan bersama-sama di kelas. Itu adalah pertama kalinya saya dan teman-teman merasakan program tersebut.
Kemudian kepala sekolah mengumumkan agar semua siswa tetap tenang dan tertib. Beliau juga meminta setiap pengurus kelas mendata siswa yang hadir maupun yang tidak masuk sekolah pada hari itu. Setelah semuanya selesai didata, akhirnya kami menerima makanan MBG dan makan bersama-sama di kelas. Itu adalah pertama kalinya saya dan teman-teman merasakan program tersebut.
Setiap hari kami pergi ke sekolah dan mendapatkan MBG. Banyak lauk yang menarik, enak, menyehatkan, dan tentunya bergizi. Dengan adanya MBG, kami bisa merasakan nyamannya belajar dalam keadaan perut kenyang sehingga lebih fokus menerima pelajaran di kelas. Suasana belajar pun menjadi lebih semangat karena kami tidak lagi memikirkan rasa lapar saat belajar.
Suatu hari, saya mendapat informasi tentang manfaat dan dampak positif dari program MBG. Ternyata, bukan hanya anak-anak sekolah yang mendapatkan manfaat dari program ini, tetapi juga ibu hamil, balita, dan ibu menyusui,dan juga meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal karena melibatkan petani, peternak, UMKM, dan BUMDes sebagai pemasok bahan baku makanan. Dengan begitu, hasil panen dan usaha masyarakat dapat lebih dimanfaatkan serta membantu meningkatkan pendapatan .Oh ya para pedagang kantin sekolah tidak ketinggalan atau terjadi penurunan akibat MBG ini,mereka membuat cemilan ringan yang pastinya lebih menyehatkan dan mengurangi menjual makanan berat.
Memang, pada awal pelaksanaan MBG makanan yang diberikan terasa enak, menarik, dan membuat para siswa sangat antusias untuk memakannya. Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian siswa mulai merasa bahwa porsi makanan menjadi lebih sedikit dan rasa makanannya kurang menarik. bener gak ? banyak siswa yang terkadang hanya memakan buahnya saja karena kurang selera dengan lauk yang diberikan. Tapi walaupun begitu makanan tersebut tetap bergizi kok.
Meski begitu, sisa makanan MBG tidak dibiarkan terbuang begitu saja. Semua sisa makanan akan dikelola oleh pengurus MBG atau SPPG agar tidak menjadi pemborosan. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG juga memperhatikan pengelolaan makanan dengan baik.
isu terhadap MBG
Dan memang sempat juga muncul isu bahwa Program Makan Bergizi Gratis menyebabkan pemotongan anggaran pendidikan dan membebani guru dengan tanggung jawab keamanan pangan, terutama di tengah penghapusan guru honorer. Namun, pemerintah menegaskan bahwa anggaran pendidikan untuk kegiatan utama sekolah tidak dipotong. Bahkan, anggaran pendidikan dan insentif bagi guru honorer disebut mengalami peningkatan.
Pemerintah juga menjelaskan bahwa semua urusan MBG itu ditangani oleh Badan Gizi Nasional dan SPPG sehingga guru tidak perlu terbebani tugas tambahan tersebut. Dengan demikian, MBG diharapkan tetap menjadi program yang membantu kesehatan dan pendidikan siswa tanpa mengganggu tugas utama para guru.
Selain itu, masih banyak pertanyaan tentang apakah semua anak Indonesia, terutama yang tinggal di daerah pelosok, sudah benar-benar mendapatkan MBG.
Menurut saya, program ini belum sepenuhnya merata. Di daerah asal saya misalnya, belum ada program MBG sama sekali. Bahkan di beberapa tempat, program ini lebih sering ditemukan di sekolah negeri yang besar atau terkenal dibandingkan di sekolah biasa yang berada di daerah terpencil.
Bahkan sempat juga muncul kasus keracunan pada beberapa siswa setelah mengonsumsi makanan MBG. Hal itu tentu membuat masyarakat khawatir. Namun, banyak pihak menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh tujuan program MBG itu sendiri, melainkan karena adanya kelalaian dalam pengelolaan makanan oleh petugas SPPG di daerah tertentu. tapi mereka tetap bertangungjawab agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Walaupun sudah banyak isu dan kritik yang muncul, saya berharap program MBG tetap dilanjutkan dan diperbaiki. Program ini memiliki tujuan yang baik loh.
Jadi…Makan Bergizi Gratis (MBG)adalah program yang sangat bermanfaat untuk membantu kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak-anak Indonesia, meskipun masih perlu diperbaiki dan diperluas ke seluruh daerah MBG tetap menjadi program yang terbaik.
